SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Advetorial

Bupati Ikbar Pimpin Apel Siaga: Konawe Utara Bersiap Hadapi Bencana

IMG 20250421 WA0052
Bupati Konawe Utara, Ikbar saat memimpin apel siaga bencana. Foto Andri

KONAWE UTARA, TERASSULTRA.COM – Pemerintah Kabupaten Konawe Utara (Konut) menegaskan komitmennya dalam menghadapi ancaman bencana alam yang sewaktu-waktu bisa terjadi di tengah kondisi cuaca ekstrem saat ini.

Senin pagi, 21 April 2025, Bupati Konawe Utara, Ikbar memimpin langsung apel siaga darurat yang digelar di halaman Kantor Bupati. Ia didampingi oleh Wakil Bupati, Abu Haera serta dihadiri oleh jajaran Forkopimda, Sekretaris Daerah, Staf Ahli, para Asisten, Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Dandim 1430 Konawe Utara, Kapolres Konawe Utara, para camat, lurah, hingga para relawan.

Apel ini menjadi sinyal kuat bahwa pemerintah daerah tidak ingin bersikap reaktif terhadap bencana, melainkan mengedepankan kesiapsiagaan sebagai langkah preventif yang terstruktur dan menyeluruh.

“Apel siaga ini bukan sekadar acara seremonial. Ini adalah bentuk nyata komitmen dan tanggung jawab kita sebagai aparatur pemerintah dalam melindungi masyarakat dari ancaman bencana,” tegas Bupati Ikbar dalam arahannya.

Ia menambahkan bahwa seluruh stakeholder, baik dari instansi vertikal maupun perangkat daerah, harus mengedepankan koordinasi dan kolaborasi lintas sektor. Menurutnya, keberhasilan mitigasi bencana tidak hanya ditentukan oleh kesiapan alat dan personel, tetapi juga oleh kekompakan dan kecepatan respon dari seluruh unsur pemerintah daerah.

“Kita tidak bisa bekerja sendiri-sendiri. Sinergi adalah kunci. Kita harus cepat dan tepat dalam mengambil langkah jika bencana terjadi,” ujar Ikbar.

Status Siaga Bencana Resmi Ditetapkan

IMG 20250421 WA0054

Pemda Konawe Utara saat melaksanakan apel untuk bersiap menghadapi bencana. Foto Andri

Dalam apel tersebut, Bupati Ikbar juga mengingatkan bahwa status siaga bencana di Kabupaten Konawe Utara telah resmi ditetapkan sejak 19 Maret 2025. Penetapan status siaga ini berdasarkan data dan analisis dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) yang menunjukkan bahwa intensitas curah hujan di wilayah Sulawesi Tenggara, khususnya Konawe Utara, berada dalam kategori tinggi dan diprediksi akan terus berlangsung hingga pertengahan tahun.

“Berdasarkan laporan BMKG, curah hujan masih tinggi dan diperkirakan berlanjut pada bulan Mei, Juni, hingga Juli. Ini menjadi alarm bagi kita semua untuk tetap waspada dan memperkuat langkah-langkah mitigasi,” jelasnya.

Kondisi ini tentu menimbulkan risiko bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, serta angin kencang. Bahkan, beberapa wilayah di Konawe Utara tercatat masih terdampak banjir hingga saat ini.

“Di beberapa kecamatan, banjir masih merendam permukiman warga. Pemerintah daerah sudah menyalurkan bantuan sembako dan kebutuhan dasar lainnya bagi warga yang terdampak,” tambah Ikbar.

Warga Diajak Waspada dan Berpartisipasi

Bupati Ikbar juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk ikut berpartisipasi dalam menjaga lingkungan, terutama dalam hal menjaga kebersihan sungai dan saluran air yang kerap menjadi penyebab utama banjir.

“Masyarakat juga punya peran penting. Jangan buang sampah sembarangan, jaga lingkungan, dan laporkan segera jika ada potensi bahaya di wilayahnya,” imbuhnya.

Ia menegaskan bahwa upaya mitigasi bencana merupakan tanggung jawab bersama. Tidak hanya pemerintah, tetapi seluruh lapisan masyarakat harus mengambil peran aktif dalam menciptakan daerah yang tangguh terhadap bencana.

Dampak Sosial dan Ekonomi Jadi Perhatian

IMG 20250421 WA0053

Bupati Konawe Utara, Ikbar saat memastikan kesiapan personil untuk menghadapi bencana. Foto Andri

Pemerintah juga mencermati dampak sosial dan ekonomi dari bencana yang terjadi. Dalam beberapa kasus, bencana banjir tidak hanya menyebabkan kerusakan fisik tetapi juga menghambat aktivitas ekonomi warga, terutama mereka yang menggantungkan hidup dari pertanian dan perikanan.

Untuk itu, Wakil Bupati Abu Haera dalam pernyataannya menambahkan bahwa Pemkab akan menyiapkan langkah pemulihan pasca-bencana secara terstruktur, mulai dari bantuan modal UMKM, rehabilitasi infrastruktur, hingga pemulihan lahan pertanian.

“Kami ingin memastikan bahwa masyarakat bisa segera bangkit kembali pasca-bencana. Tidak hanya sembako, tapi juga pendampingan untuk pemulihan ekonomi mereka,” ujar Abu Haera.

Kesiapan Personel dan Peralatan Diperiksa

Usai apel, Bupati Ikbar bersama unsur Forkopimda melakukan inspeksi terhadap kesiapan alat dan logistik penanganan bencana. Mulai dari perahu karet, tenda darurat, dapur umum, hingga mobil evakuasi diperiksa satu per satu.

Menurut Kepala BPBD Konawe Utara, pihaknya telah menyiapkan skema tanggap darurat berbasis wilayah dengan mengaktifkan posko-posko siaga di tiap kecamatan yang rawan bencana.

“Kami sudah siapkan personel gabungan, termasuk relawan. Logistik pun telah didistribusikan ke titik-titik strategis agar penanganan dapat dilakukan secepat mungkin jika bencana terjadi,” tandasnya. (adv)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement