KENDARI, TERASSULTRA.COM – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) menegaskan komitmennya dalam mengembangkan Bandara Betoambari, Baubau, sebagai infrastruktur strategis untuk mendorong konektivitas, investasi, dan sektor pariwisata di kawasan kepulauan.
Setelah sukses memperpanjang landasan pacu menjadi 2.011 meter, Pemprov Sultra kini menargetkan perpanjangan runway hingga 2.500 meter.
Langkah ini merupakan bagian dari visi jangka panjang untuk menjadikan Betoambari sebagai bandara regional yang mampu melayani lebih banyak rute domestik dan pesawat berbadan besar, termasuk penerbangan berbasis pariwisata dan perdagangan.
Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Sultra, Muhamad Rajulan menjelaskan bahwa perpanjangan runway ini bukan hanya soal infrastruktur, melainkan strategi besar untuk membuka akses dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
“Bandara Betoambari adalah pintu gerbang strategis di kawasan kepulauan Sultra. Dengan memperpanjang runway hingga 2.500 meter, kita ingin memastikan bahwa bandara ini bisa melayani pesawat berbadan besar secara optimal dan membuka rute-rute baru, baik dari maupun menuju luar Sultra,” jelasnya saat dikonfirmasi melalui telepon whatsappnya, Selasa (8/4/2025).
Penerbangan perdana maskapai Super Air Jet menggunakan pesawat Airbus A320-200 yang mendarat mulus di Bandara Betoambari menjadi momen penting dalam pengembangan sektor penerbangan di wilayah ini. Rajulan menyebut, kehadiran maskapai dengan tarif lebih terjangkau akan memacu pergerakan masyarakat dan membuka peluang baru di sektor pariwisata, UMKM, hingga investasi.
“Ini tonggak awal. Setelah sukses dengan Super Air Jet, kami yakin akan lebih banyak maskapai yang melirik Baubau sebagai destinasi atau transit point. Dukungan dari semua pihak, termasuk pemerintah pusat dan pemerintah kota, menjadi kunci,” tambahnya.
Untuk mencapai target 2.500 meter, Pemprov Sultra telah menyusun skenario pendanaan terpadu. Saat ini, pengajuan anggaran sebesar Rp80 miliar tengah diajukan ke pemerintah pusat untuk mendanai tahap lanjutan perpanjangan runway.
“Dari sisi Pemprov, kita juga telah mengalokasikan dana APBD untuk pembebasan lahan. Masih kurang sekitar 10 hektar, dan kita akan pastikan proses ini berjalan lancar dengan dukungan masyarakat serta Pemerintah Kota Baubau,” kata Rajulan.
Di sisi lain, Pemkot Baubau akan menjadikan pengembangan Bandara Betoambari sebagai salah satu program prioritas dalam Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) mendatang. Sinergi antara Pemprov dan Pemkot ini dinilai sangat penting untuk mempercepat realisasi pengembangan bandara.
Tak hanya memperpanjang runway, pemerintah juga akan menata ulang area bandara, termasuk relokasi apron (area parkir pesawat) untuk mendukung efisiensi operasional dan peningkatan kapasitas pesawat. Desain tata letak baru diharapkan bisa memberikan kenyamanan lebih bagi maskapai maupun pengguna jasa bandara.
“Bandara modern bukan hanya panjang runway-nya, tapi juga soal efisiensi tata letak, keamanan, dan kenyamanan. Semua itu menjadi perhatian kami agar Bandara Betoambari benar-benar naik kelas,” tegas Rajulan.
Pengembangan Bandara Betoambari tidak berdiri sendiri. Keberadaan bandara yang lebih representatif dipercaya akan menumbuhkan simpul-simpul ekonomi baru di Kota Baubau dan daerah sekitarnya.
“Transportasi udara adalah penggerak. Kita ingin Baubau dan wilayah Kepulauan Buton bisa tumbuh lebih cepat. Pariwisata, logistik, perdagangan – semuanya akan bergerak jika aksesibilitasnya baik,” tandas Rajulan.
Penulis: Andri


















Komentar