KENDARI, TERASSULTRA.COM – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Gerakan Pemuda Marhaenis (GPM) Sulawesi Tenggara mengimbau seluruh masyarakat untuk tetap menjaga persatuan dan kondusifitas pasca Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak pada 27 November 2024.
Ketua DPD GPM Sultra, Rendi Tabara, menegaskan bahwa Pilkada adalah pesta demokrasi rakyat yang harus disambut dengan sikap dewasa dan penuh tanggung jawab. Ia meminta seluruh elemen masyarakat, termasuk para pendukung pasangan calon, untuk menghormati hasil pemilu dan tidak terprovokasi oleh isu-isu yang dapat memicu perpecahan.
“Kita jadikan Pilkada ini sebagai momentum demokrasi yang menggembirakan, bukan ajang perpecahan. Masyarakat harus menjaga kedamaian bersama,” ujar Rendi, (5/12/2024).
Menurutnya, Pilkada adalah sarana bagi rakyat untuk menyalurkan aspirasi politik dan memilih pemimpin yang diyakini mampu membawa perubahan positif bagi daerahnya. Oleh karena itu, Rendi mengingatkan agar semua pihak legawa menerima hasil pemilihan sebagai bagian dari proses demokrasi.
“Pemimpin daerah yang terpilih telah mendapatkan mandat sah dari rakyat untuk memimpin pemerintahan ke depan. Masyarakat harus menerima dan menghormati hasil Pilkada sebagai wujud menjaga persatuan dan kesatuan bangsa,” tegasnya.
Selain itu, ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terpengaruh oleh provokasi maupun ujaran kebencian yang beredar, terutama di media sosial.
“Pasca Pilkada ini, mari kita saling bahu-membahu menjaga situasi tetap kondusif. Jangan mudah terpancing isu yang disebarkan oleh pihak-pihak tertentu yang ingin memecah belah kita,” lanjutnya.
Sebagai organisasi kepemudaan yang berkomitmen terhadap nilai-nilai demokrasi, GPM Sultra menyatakan akan terus mengawal proses pasca-Pilkada serta turut berkontribusi dalam menjaga stabilitas di Sulawesi Tenggara.
“Kami secara kelembagaan siap mengawal hasil Pilkada dan turut serta menjaga ketertiban demi kemajuan daerah yang kita cintai ini,” tandas Rendi.
Penulis: Andri


















Komentar